Dari Sini Sejarah Itu Dimulai

Pamengpeuk  adalah  nama  sebuah  Kecamatan  yang  terletak  di  Kabupaten   Garut   Provinsi   Jawa   Barat. Disinilah sejarah itu dimulai

Peristiwa keberhasilan peluncuran roket GAMA III pada 27 Agustus 1963 menjadi salah satu pendorong pemerintah memikirkan dan merintis pembentukan lembaga riset penerbangan dan antariksa. Hingga akhirnya pemerintah mengeluarkan keputusan tentangpembentukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional pada 27 November 1963. Bersamaan dengan munculnya beberapa proyek pembuatan dan pembangunan roket,   dibangunlah tempat peluncurannya pada 1963 yang  dirancang  oleh  Prof. Dr. Hideo  Itokawa. Roket pertama yang diluncurkan adalah Roket Kartika I. 

Namun seiring peristiwa 1965, menyurutkan berbagai kegiatan pengembangan roket nasional, yang berimbas pula terbengkalainya stasiun peluncuran roket Pameungepuk. Hingga akhirnya menggeliat kembali pada 1972. 

Sejak dibangunnya stasiun peluncuran Pameungpeuk pengembangan fasilitas terus dilakukan sejalan dengan kebutuhan litbang peroketan. Semula hanya memiliki satu launching pad, ditambahkan dua landasan untuk peluncuran roket-roket berdiameter kecil seperti RX-70. 

Selain launching pad, perubahan fisik juga dapat dilihat dari dibangunnya fasilitas test bed untuk uji statik roket berdiameter 550 hingga 750 mm, serta pembangunan gedung untuk liner propelan berdiameter besar. 

Tak dipungkiri, dinamika perkembangan fasilitas yang terjadi di stasiun peluncuran Pameungpeuk ini turut dipengaruhi oleh adanya perubahan organisasi. Seperti perubahan nomenklatur yang pada 2001 Stasiun Peluncuran Roket diubah menjadi Instalasi Uji Terbang. Kemudian berubah lagi menjadi Balai Produksi dan Pengujian Roket (BPPR) pada 2011. Sampai kini,  BPPR terus menjadi saksi sejarah perkembangan roket Indonesia, meski telah ada wacana untuk memindahkan tempat uji coba peluncuran ke Pulau Morotai. Terakhir,  pada 14 Mei 2015, dari Pameungpeuk, telah berhasil diluncurkan RX-450.  RX 450 merupakan roket sonda yang mempunyai diameter 450 mm yang dapat digunakan untuk mengukur parameter atmosfer dan terpenting lagi roket ini merupakan bagian dari roket bertingkat yang akan digunakan sebagai Roket Pengorbit Satelit (RPS). 

Uji terbang roket ini merupakan bagian dari tahapan dalam penguasaan roket RPS yang direncanakan dapat membawa muatan 50 kg ke orbit rendah. Selain sebagai tempat uji cob peluncuran roket, BPPR ini mempunyai tugas untuk melakukan Uji statik motor roket,  Pengamatan Data Atmosfer, Layanan Publik daerah Data Atmosfer, serta Pemeliharaan peralatan pendukung kegiatan. (AP-diolah dari berbagai sumber)